Kota Batu Ikut Andil dalam Parade Pangan Nusantara


Salah satu stand Pemkot Batu dalam Parade Pangan Nusantara (Foto: Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu)

Parade Pangan Nusantara dilaksanakan mulai tanggal 16 Januari 2014 di lapangan rampal, Malang dilaksanakan. Tema umum yang diambil dalam acara tersebut adalah “Rakyat bersama TNI turut serta mengawal ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan nasional”.

Peserta parade pangan nusantara berasal berbagai daerah di nusantara, baik dari kalangan pemerintah ataupun masyarakat pengusaha. Pihak panitia menyediakan 4 zona sebagai lokasi stand peserta. Zona A, diperuntukkan bagi perwakilan masing-masing propinsi dan Kodam-Kodam; zona B diperuntukkan bagi pemerintah daerah dalam wilayah Jawa Timur; zona C, dan D diperuntukkan bagi masyarakat atau kelompok masyarakat pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan menengah. Pada tanggal 16 sudah tercatat 34 propinsi, dan 120 peserta dari masyarakat usaha.

Dalam rangkaian pelaksanaan Parade Pangan Nusantara ini diadakan berbagai lomba dan disajikan pula hiburan-hiburan rakyat.

Sebagai bentuk dukungan dilaksanakannya kegiatan tersebut Pemerintah Kota Batu mengirimkan beberapa perwakilan untuk mengikuti Parade Pangan Nusantara. Dalam kegiatan ini Pemerintah Kota Batu diwakili oleh Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta SMKN 1, 2 Kota Batu, dengan membuka stand sejumlah 10 stand (1 di zona B, 9 di zona C).

Dengan keikusertaan ini Pemkot bermaksud memberikan dukungan pada kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaannya. Ini dilatarbelakangi oleh makin banyaknya produk-produk pangan instan yang masuk ke pasar saat ini sedikit demi sedikit produk pangan masyarakat lokal tergeser dan akhirnya berdampak negatif pada masyarakat dan penghidupannya, khususnya yang bersandar pada pengolahan dan penjualan produk pangan tradisional. 
  
Dari lomba yang diikuti oleh perwakilan Pemerintah Kota Batu tersebut, Pemerintah Kota Batu memenangka dua lomba yakni juara III Lomba Dekorasi Stand Tingkat Propinsi Jawa Timur, dan Juara I Lomba Kreasi Makanan Altrenatif dari Bahan Dasar Singkong Tingkat Nasional. Dalam lomba tersebut Pemerintah Kota Batu diwakili oleh Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu. (doni/udha)

Lampu Stadion Brantas Kota Wisata Batu Standart ISL



BATU - Lampu Stadion Brantas Batu sudah berfungsi normal setelah pengadaan baru. Lampu baru stadion tersebut sudah dilaunching dengan internal game timnas U-19, Minggu (5/1) malam. Lampu anyar stadion tersebut bisa menyala dengan baik selama pertandingan berlangsung.
Uji coba lampu stadion tersebut dinyalakan sekitar dua jam. Itu karena pertandingan menggunakan waktu dua kali 30 menit dan masih ditambah persiapan, masa jeda pertandingan dan usai pertandingan. Tidak ada lampu redup ataupun mati dalam proses uji coba penggunaan itu.
"Saya kira lampu stadion sudah bisa digunakan secara normal. Dari hasil uji coba, lampu sudah bisa digunakan sekitar dua jam tanpa ada permasalahan," ungkap Sekretaris Pengcab PSSI Kota Batu, Zainul Arifin KR.
Melihat uji coba itu, kata dia, Stadion Brantas sudah bisa digunakan kegiatan malam karena keberadaan lampu. Latihan malam, kegiatan hingga pertandingan sepak bola sudah bisa dilakukan di Stadion Brantas. Apalagi stadion tersebut sudah didukung dengan keberadaan rumput standart, sehingga pertandingan sekelas ISL sudah bisa menggunakan stadion di Kota Batu ini.
Pihaknya juga sudah meminta masukan dari pelatih timnas U-19, Indra Sjafri terkait pencahayaan lampu baru itu. Dia mendapatkan keterangan jika lampu tersebut sudah pas untuk pertandingan atau latihan malam karena tingkat penerangan sudah pas. Lampu cukup terang, tetapi tidak membuat pemain silau ketika melakoni pertandingan. "Coach Indra Syafri juga sudah mengakui tentang pencahayaan lampu stadion sudah pas," tandas Zinung sapaan akrabnnya.
Menurut Direktur PDAM Kota Batu ini menjelaskan, ada berbagai pihak yang menyatakan tiang lampu di sebelah utara sedikit miring. Karena kondisi kemiringan, pencahayaan terganggu. Namun jika dilihat dari titik tengah, tiang tersebut berdiri tegak dan tidak ada kemiringan.
Dia juga menjelaskan, Pengcab PSSI juga siap menggelar turnamen dengan keberadaan lampu stadion. Turnamen itu bisa bersifat nasional atau internasional demi mendukung Batu sebagai kota wisata. Selain itu keberadaan lampu menjadikan fasilitas Kota Batu sebagai lokasi training center tim sepak bola dalam dan luar negeri semakin lengkap.
"Kalau tim sedang melakukan TC dan butuh latihan malam atau pertandingan uji coba malam hari, tidak terkendala lagi dengan penerangan stadion," kata dia.
Dari data yang ada, lampu Stadion Brantas memiliki kekuatan 1200 lux. Lampu dengan kekuatan tersebut merupakan standart pertandingan nasional dan internasional. 

Sumber : Malang Post