JOB FAIR KOTA BATU DISERBU PENCARI KERJA

BATU - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Batu menyelenggarakan lowongan tenaga kerja (Jobfair), 9-10 September 2014 di Gedung Kesenian Jl Oro-oro Ombo, dengan target diikuti 30 perusahaan.

Kepala Dinsosnaker, Eko Suhartono mengungkapkan, perusahaan yang sudah mendaftar mulai dari perusahaan lokal, seperti Jatim Park Groups, Hotel Purnama, Hotel Orchid hingga perusahaan skala Jawa Timur dan nasional, mulai perbankan, manufacture, ritail, serta konstruksi.

"Sampai hari ini sudah ada 27 perusahaan. Rencananya ada tambahan tiga dari perusahaan tingkat nasional. Tahun kemarin hanya 24 perusahaan saja," ujarnya.

Ia menambahkan, lowongan tenaga kerja harus dibuka untuk memberikan informasi kepada para pencari kerja, khususnya bagi warga Batu. Tahun ini, kata Eko, tingkat pengangguran di Kota Batu sekitar 3.000 orang. Turun dibanding tahun lalu yang mencapai 4.000-an orang.

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso yang membuka acara secara simbolis mengungkapkan dengan adanya job fair tingkat pengangguran bisa ditekan. Pelamar dari Kota Batu harus diutamakan,"ujarnya. Kenapa acara ini ditaruh di Gedung Kesenian adalah untuk mengenalkan Kota batu dari aspek budaya dimana setiap sabtu disini diadakan gebyar kesenian,"tambahnya.

Tak hanya lowongan pekerjaan di job fair kali ini akan ada pelatihan dan seminar wirausaha yang akan membantu para pencari kerja agar memiliki motivasi dan pengetahuan tentang wiraswasta, ujar punjul. Bersamaan dengan itu punjul sapaan akrab orang nomer dua di Batu tersebut berkenan menyapa para pencari kerja serta berkeliling melihat stan-stan yang berasal dari berbagai perusahaan yang tengah antusias melayani para pencari kerja.

Pada hari pertama job fair selasa (9/9) kemarin, tampak antusiasme ribuan para pencari kerja mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain dari Batu, Blitar, Lamongan, Jombang. Artinya informasi sudah diterima mereka," bebernya.

Stan Jatim Park Group seperti Museum Angkut, Klub Bunga Hotel, Jatim Park 1, Jatim Park 2 tampak begitu ramai, menunjukkan lowongan kerja di Kota Batu banyak diminati oleh para pencari tak hanya dari Kota Batu tetapi juga dari luar Kota Batu. (udha)

Desa Mojorejo Punya Pasar Wisata

KOTA BATU-Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo menjadi pionir desa yang mempunyai unit usaha pasar. Setelah dibangun selama setahun, akhirnya diresmikan oleh Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, Minggu (31/8). Pasar yang dibangun di tanah Kas Desa Mojorejo ini, merupakan pasar wisata pertama yang ada di Kota Batu.

Punjul Santoso mengatakan, pembangunan pasar wisata di Mojorejo adalah pembangunan awal. Maksudnya, pemkot  masih akan membangun beberapa pasar wisata lagi di beberapa titik di Kota Batu. "Jika pembangunan Pasar Wisata Mojorejo ini sukses, maka ada kemungkinan kita akan membangun lagi pasar-pasar wisata di beberapa titik yang lain di Kota Batu,"ujar Punjul usai melakukan peresmian.

Pembangunan pasar wisata itu dibangun di atas tanah kas desa. Adapun dana pembangunannya menggunakan anggaran dari Dinas UKM Koperasi Perindustrian dan Perdagangan setempat. Untuk menyelesaikan pembangunan pasar ini dibutuhkan dana sebesar Rp 828 juta, termasuk anggaran PAK 2013.

Kepala Desa Mojorejo, Suwarno mengatakan, pembangunan pasar tersebut berada di atas lahan seluas 644 meter persegi dengan jumlah 14 kios. Kemudian di setiap kios akan diisi oleh pelaku UKM dan hasil pertanian warga Desa Mojorejo sendiri. "Dari kios yang ada akan diisi produk usaha UKM, dan hasil tanaman organik. Dan semua itu khusus diisi warga Mojorejo dengan menunjukkan KK dan KTP,"ujar Suwarno.

Untuk diketahui, Desa Mojorejo memiliki 31 industri rumah tangga. Mayoritas dari industri tersebut bergerak di sektor pengolahan makanan dan kerajinan. Banyaknya industri rumahan di desa ini, maka keberadaan pasar ini bisa dimanfaatkan untuk penitipan produk mereka. Dan untuk sementara, para UKM tersebut tidak dipungut biaya alias digratiskan untuk menjual produk mereka di pasar wisata itu.

Sejak awal, Pemkot Batu terus berupaya agar UKM milik warga pedesaan bisa lebih hidup dan dilirik oleh wisatan yang datang ke Kota Batu. Untuk itu pemkot akan mendirikan tempat peristirahatan wisatawan atau rest area dan membangun pasar wisata.

Dan Desa Mojorejo sudah lama dibidik oleh pemkot untuk pembangunan rest area  dan pasar wisata. Direncanakan pasar tradisional yang berada di Desa Mojorejo ini juga akan menampung produk oleh-oleh yang dihasilkan UKM di desa tersebut. "Jadi selain berfungsi sebagai pasar tradisional yang menyediakan sembako, di Pasar Mojorejo ini juga akan diberi tempat untuk menjual oleh-oleh khas Batu,"tambah Suwarno.

Kondisi Pasar Mojorejo yang dibangun di atas tanah kas desa sangat menguntungkan. Karena masih ada petak tanah di lahan tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rest area. Bahkan pemkot juga berencana untuk membangun pusat informasi wisata yang lokasinya juga berada satu kompleks dengan Pasar Mojosari ini.

"Jadi ketika para wisatawan datang dan mencari informasi wisata, mereka sekalian juga bisa beristirahat di rest area dan membeli oleh-oleh khas Batu di Pasar Mojosari. Dengan demikian produk oleh-oleh yang dibuat UKM memiliki kesempatan lebih besar untuk dilirik dan dibeli wisatawan,"tambah Punjul Santoso. (Ej/udha)